Sunday, November 1, 2015

We Met for a Reason: Breaking My Heart

As wise man said: everything happen for a reason.

We met for a reason (too): Breaking my heart.

I only have one heart and I gave it to you.Don't break it.

I'm not as perfect as other girl who have a crush on you. I'm not!



I'm just...








me..





Dear God,I've been trying for more than 7 years.Please give me my happiness

please God








please...



I'm tired..


I wish I could speak your language,so I don't have to take a wild guess what do You want me to do.


I've done my best as human 


and as women.

Please God..




Give me my happiness,that's all I ask.

Sunday, October 25, 2015

#M

Pagi ini kuterbangun dengan melihat berbagai kertas indah di.hadapanku. Tersusun begitu indah karena embusan angin membuatnya seolah melayang-layang.

Aki mengenaln tulisan itu. Itu tulisanmu.

Aku membaca kertas itu satu persatu. Kertas pertama yang berukuran sedang .Deretan puisi dengan kata-kata indah ada di sana. Puisi,kau selalu bilang kau tak pandai menulisnya.
Kau bohong! Lihatlah puisi ini..begitu indah.Sangaatt indah.
Perlahan,air mata ini menetes.

Kertas kedua berukuran lebih besar.Bertuliskan "hal yang tidak kusukai tentangmu"
..bukan 10,bukan 20, tapi ada 100 alasan yang kau tulis.
begitu banyak hal yang kau sukai tentang diriku.

Kertas terbesar terletak tepat di tengah-tengah kamarku. "AKU MENCINTAIMU" begitu terpampang jelas. Aku mulai bisa menghentikan tangisku.

Masih ada satu kertas lagi yang harus dibaca: kertas terkecil.
"Hal yang kusuka tentangmu".
Hanya ada 5 poin di sana.

Aku tidak tau harus bagaimana?
Apakah aku harus menangis? Tersenyum? Bahagia?sedih?

Mengapa kau selalu menulis kalimat -kalimat bersayap?
Mengapa kau selalu sulit "kubaca"?

Tiga Kata

Tiga kata itu yang selalu kukatakan.
Tiga kata itu yang ingin kuucapkan.
Aku akan terus mengucapkannya  setiap hari setiap saat.
Jika bibirku tak mampu lagi berucap,biarlah jemariku yang berbicara
Jika jemariku tak lagi dapat bergerak,biarlah mataku yang berbicara.
Jika mataku tak dapat melihat...
Aku pasti akan selalu menemukan cara untuk mengucapkan tiga kata itu.

Aku tidak akan berhenti mengucapkannya bahkan saat aku pergi selamanya,aku pasti akan selalu menemukan cara untuk mengucapkan tiga kata itu.

Aku


tidak



akan



berhenti



tidak!

Monday, September 7, 2015

Luka Itu Perih(?)

Luka Itu Perih (?) http://astry-rizky.blogspot.com/2015/09/luka-itu-perih.html

Luka Itu Perih (?)

Pasti kita pernah merasa sedih,kecewa,terluka atau perasaan apapun itu yang pernah membuat kit berpikir untuk menyerah dan berhenti berusaha.

Kita bebas untuk memilih berhenti atau terus  melanjutkan perjuangan.Kedua pilihan tadi memiliki risikonya sendiri.

Jika kita berhenti, kita akan merasa aman tapi kita tidak tahu apa yang telah menunggu kita jika terus melangkah.

Saya belajar banyak hal dari keponakan saya yang berumur hampir 3tahun.

Suatu hari dengan penuh semangat dia berlari di jalanan kompleks. Tiba -tiba dia terjatuh!

Lututnya terluka dan berdarah!
Lalu apa yang dia lakukan? Apakah dia menangis? Apakah dia berhenti? TIDAK!

Dia bahkan tidak menangis! Seolah tidak ada luka di kakinya dan seolah tidak terjadi apa-apa dia terus berlari dan melanjutkan perjalanannya.

Dia mungkin terluka dan berdarah tapi dengan keberaniannya dia tidak takut untuk terjatuh lagi dan berusaha lagi , lagi, lagi,lagi, dan lagi.

Bukankah kita dapat berjalan seperti sekarang, karena saat kecil kita pernah berkali-kali jatuh?

Bukankah jika kita terluka akan ada orang-orang dan obat yang akan menyembuhkannya?

Jadi, untuk apa kita harus takut terjatuh dan terluka?

Keponakan saya sudah membuktikan bahwa tidak semua luka memberikan rasa perih.

Because every scar has it's own story

Monday, July 6, 2015

Less Complaining, Be Happier




Pernahkah dengar atau membaca curhatan teman yang selalu mengeluh?
PASTI PERNAH!

Jengkel gak sih kalau teman kita itu selalu mengeluh ke kita?
Ada saatnya sih jengkel, tapi namanya juga teman, pasti akan kita maklumin.

Apa yang ada dalam pikiran kita kalau ada orang yang selalu mengeluh?
Pathethic? loser? atau tidak pandai bersyukur ?

Tapi pernahkah kita mengeluh pada orang lain?
PASTI PERNAH! Setidaknya sekali dalam seumur hidup.

Kalau begitu apa bedanya 'curhatan' dan 'keluhan' ? HAMPIR SAMA.
Yang berbeda mungkin nilai rasa dan kandungan rasa yang ada di dalamnya.
Curhatan: Bisa jadi sesuatu (berita, hal, kabar, cerita, dll) yang bersifat positif dan ingin membagikan kabar bahagia itu pada orang terdekat.

Keluhan: Biasanya sesuatu yang sifatnya negatif  yang ingin dia ceritakan pada orang terdekat. Contoh: Selalu merasa ada yang kurang dalam hidupnya.

Apakah orang yang selalu mengeluh bisa bahagia? BISA! Kalau mereka mau.

Kalau kalian termasuk orang yang masih suka mengeluh hingga saat ini, coba deh liat sebuah iklan di televisi dalam rangka menyambut bulan ramadhan dan Idul Fitri.
Iklan sederhana yang melihat apa arti kebahagiaan (Lebaran) dalam hidup mereka.

Ada yang menganggap kebahagiaan (Lebaran) adalah saat memiliki sebuah sajadah baru untuk beribadah; Ada pula yang mengganggap kebahagiaan saat bisa memiliki mukena baru; Seorang gadis cilik menganggap kebahagiaan adalah saat bisa makan ketupat di hari raya; seorang bapak bahagia saat bisa memberi makan untuk anak dan istrinya.

SESEDERHANA ITU!
Setiap orang memang memiliki patokan yang berbeda terhadap sebuah kebahagiaan, setiap orang pun memiliki cara yang berbeda untuk bahagia, tapi mereka memiliki keputusan yang sama: UNTUK BAHAGIA!

Ingatlah bahwa sekekurangan apapun dirimu, akan selalu ada orang yang tidak lebih beruntung daripada kita. Akan selalu ada orang yang lebih kekurangan dan mereka TETAP BISA TERSENYUM!

Stop complaining, be happier!
Love yourself, live your life, love your life!

Friday, June 5, 2015

Bintang Malam

Seorang pria kesepian menatap sendu langit dan berharap melihat sesuatu yang telah lama dia nantikan. Mencari ke kanan, kiri, dan berputar beberapa kali.
“Tidakkah kau datang malam ini?” Dia tidak berhenti berusaha dan tetap mencari.
                Dia tidak ingat kapan pertama kali mereka bertemu yang dia ingat hanya sosok yang sama yang selalu ada di hati, pikiran, dan doanya setiap saat. Dalam setiap doanya, dia selalu membuat doa yang sederhana, “Tuhan, biarkan aku melihatnya setiap hari.”
                Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya dia melihat sosok itu. Sosok yang di matanya selalu penuh dengan kesempurnaan. “Hei Bintang. Aku telah menunggumu. Aku ingin menceritakan banyak hal padamu. Aku ingin melepaskan semua kerinduan yang kurasa.”
                Sang Bintang hanya terdiam.
                Si pria tetap bercerita padanya tanpa menyadari di samping kanan dan kirinya orang-orang memandangnya dengan tatapan mata aneh.
                Si  pria bukannya tidak menyadari pandangan yang mereka berikan. Namun, dia tidak peduli. Bisa berbicara dan menatap bintang pujaannya adalah hal yang paling dia inginkan. Toh, dia sering dianggap sebagai orang yang telah bertukar akal.
                “Hei, bintang mengapa kau selalu muncul dalam setiap mimpiku? Apakah kau memimpikanku juga?”
                Sang Bintang tetap terdiam. Dia terlalu sibuk untuk melihat si pria dan memilih mengalihkan pandangannya pada bintang-bintang lain yang ada di dekatnya.
                “Mengapa kau begitu indah, bintang?”
                Si pria menyadari sang bintang sedang menatap bintang lain, tapi dia terus mengucapkan kata-kata yang selama ini dia simpan jauh di lubuk hatinya.

Aku memang hanya manusia biasa. Kau terlalu indah bagiku. Kau terlalu jauh bagiku. Kau selalu bersinar dan terlalu sempurna. Aku hanya seorang pria yang dipenuhi kekurangan. Kau hanya peduli pada bintang lain yang ada di sekitarmu, sedangkan aku di bumi menatapmu penuh dengan harap yang tak kunjung nyata. Aku akan terus melihatmu dari kejauhan, memujamu dari kejauhan, dan mencintaimu dari kejauhan.


                Ingatlah Bintang Malam, kau selalu sempurna.